Ekonomi Sultra

Berita Ekonomi Sulawesi Tenggara

Demonstrasi Kendari, Satu Mahasiswa Tewas

2 min read
Demonstrasi Kendari, Sulawesi Tenggara berakhir ricuh dan mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Randi (21) tewas. Mahasiswa...
Situasi unjuk rasa di kendari

Demonstrasi Kendari, Sulawesi Tenggara berakhir ricuh dan mengakibatkan seorang mahasiswa bernama Randi (21) tewas. Mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo itu meninggal usai mendapat luka di dada sebelah kanan saat kericuhan pecah di sekitar Gedung DPRD Sultra. Randi meninggal pukul 16.18 WITA usai menjalani perawatan selama lima menit di Rumah Sakit TNI AD dr Ismoyo.  Saat ini jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Kami belum bisa pastikan apakah penyebab kematiannya terkena peluru tajam atau peluru karet,” kata Danrem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto di Kendari, Kamis (26/9).

Demonstrasi Kendari tersebut selain Randi, ada tiga mahasiswa lain yang mengalami luka akibat kekerasan. Bahkan satu korban saat ini terluka parah dan dirujuk Rumah Sakit Bahteramas. Sedangkan dua orang lainnya masih di rawat di RS Korem.

Ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa itu sebagai bentuk penyuaraan pandangan mereka terkait Rancangan Undang-undang (RUU) yang dibahas DPR RI.

Awalnya, seperti diberitakan Antara, massa berada di depan kantor DPRD Sultra melakukan aksi orasi. Tuntutan tersebut di antaranya, yakni pencabutan UU KPK, menolak RUU KUHP dan menolak RUU Pertanahan.

Massa melemparkan batu dan kayu ke arah gedung DPRD. Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh dan Wakil Ketua DPRD Sultra Nur Salam Lada sempat menemui massa dengan naik ke mobil trailer dan turut berorasi di depan gerbang Kantor DPRD Sultra.

Namun, massa menuntut untuk masuk ke dalam Kantor DPRD Sultra untuk hearing bersama anggota DPRD.

Melihat kondisi tidak memungkinkan dengan massa aksi yang memaksa masuk, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sultra kembali masuk ke gedung.

Kericuhan pun tak terhindarkan saat terjadi saling dorong pagar kantor DPRD antara massa dan pihak keamanan. Kemudian massa melempari barisan polisi yang berada di halaman kantor DPRD dengan kayu dan batu.

Lemparan dari massa dibalas dengan semburan air dari water canon dan tembakan gas air mata oleh polisi yang akhirnya berhasil memecah belah massa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *